skip to main |
skip to sidebar
Tanya
jawab yang ada dalam artikel ini dicuplik dari buku "Apa, Bagaimana dan Siapa
Itu Ahlussunnah Wal Jamaah", buku ini pada awalnya tertulis dalam huruf arab
pego, kemudian diterjemahkan dan ditulis kembali oleh PC NU Pekalongan. Buku ini
sendiri merupakan materi upgrading tentang ahlussunnah wal jamaah yang
disampaikan KH. Bisri Mustofa di Pondok Pesantren Rembang pada tanggal 3-14
Romadlon 1386/15-26 Desember 1966. Tanya jawab ini merupakan arsip pertanyaan
dan jawaban yang disampaikan dalam acara tersebut. Materi Tanya jawab ini
sendiri sangat penting dikaji kembali oleh generasi muda Islam karena pada era
masa kini banyak sekali pengaburan makna ahlussunnah.

KH.
Bisri Mustofa adalah menantu dari KH. Cholil Harun Kasingan Rembang. KH. Cholil
Harun sendiri adalah termasuk salah satu guru dari KH. Mahrus Ali Lirboyo dan
KH. Aqiel Cirebon (orang tua dari KH. Said Aqiel Siroj, PBNU). KH. Bisri Mustofa
sendiri adalah paman dan orang tua angkat dari Ibu Nyai Chasinah binti KH.
Chamzawi Umar isteri dari pengasuh Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang, KHA.
Masduqi Machfudz. Semoga risalah ini bermanfaat.
Mengapa kitab madzhab Syafi’i
menyebut ijma’ dan qiyas sebagai landasan hukum?
Mengaku taqlid kepada Imam
Syafi’i, padahal hanya tahu Sulam Safinah, Fathul Qorib dan Fathul
Mu’in
Adzan Jum'at dua kali tidak
mengubah sunah Rasul?
Apakah beduk termasuk
sunah?
Sunahkah tambahan Sayyidina
dalam solawat?
Tarawih di zaman Umar bin
Khattab menjadi dua puluh rakaat, bagaimanakah itu?
Bagaimana hukumnya
tahlil?
Semua bid'ah sesat, mengapa
ada bid'ah hasanah dan bid’ah sayyiah?
Islam tidak mengenal
selamatan, mengapa tidak diberantas?
Mengapa orang yang memegang
atau membawa Al-Qur’an harus berwudlu dahulu?
Bagaimana hukumnya talqin
mayit, setelah mayit selesai dikubur?
Sebaiknya sholat hari raya
dilaksanakan di masjid atau lapangan?
Apakah sah dan tidak bid'ah
untuk mengucapkan niat shalat padahal mestinya niat dengan hati?
Bagaimana hukumnya baca
manaqib?
Untuk mendapatkan jawaban beserta dalilnya, anda dapat melihatnya di ebook dalam format chm, yang ada pada link berikut .
Silahkan download disini
Sekian sedikit sharing pengetahuan dari saya, semoga bermanfaat. dan satu hal yang perlu kita tahu, Berbeda silahkan berbeda, tapi tidak saling menyalahkan apalagi menyesatkan. bukankah sikap perbedaan juga sudah pernah ditunjukkan para ulama salafus sholih yang tetap rukun dan damai...?!!